Home » » Permainan yang Direkomendasikan Islam

Permainan yang Direkomendasikan Islam

Written By Hendri Nova on Rabu, 01 Juli 2009 | 18.17

Bermain, siapa yang tidak suka? Hampir semua manusia, sejak dari bayi sampai bau tanah sekalipun, suka dengan yang namanya bermain. Tidak peduli, apakah permainannya sederhana, atau menantang sekalipun.

Perkembangan jenis-jenis permainan, terus bertambah sesuai kemajuan zaman. Semua tergantung pada kreativitas dan ketinggian teknologi. Sehingga beragam permainan kini tersedia, mulai dari yang tanpa mesin, hingga yang harus terhubung selalu dengan teknologi.

Walau begitu, ada beberapa jenis permainan yang direkomendasikan Rasulullah SAW, untuk semua umat Islam khususnya dan manusia dunia umumnya.

Setidaknya ada 8 permainan yang dibolehkan di zaman Rasulullah SAW. Permainan ini sangat penting dan berguna untuk kebugaran dan kesehatan tubuh.

Permainan itu adalah balap unta, balap kuda dan balap lari. Khusus balap kuda, Rasulullah SAW mempunyai kuda yang pernah ikut dalam lomba. Sedangkan untuk balap lari, Nabi SAW sering lomba lari dengan istrinya Aisyah.

Selain itu, dalam hadis riwayat imam yang lima, direkomendasikan permainan memanah sebagai satu dari pilihan lainnya. Permainan ini sangat penting sekali, untuk keterampilan dan kecekatan seseorang dalam peperangan.

Sementara dalam hadist riwayat Abu Dawud, diberitakan olahraga gulat juga menjadi permainan yang sangat dianjurkan. Keterampilan ini, sering digunakan Rasulullah SAW, untuk menguji kesiapan seorang pemuda untuk terjun ke medan perang.

Permainan lainnya seperti dalam hadist riwayat Bukhari Muslim, adalah bermain anggar atau perang-perangan. Keterampilan ini, sangat penting buat umat Islam untuk terjun ke medan laga.

Sayangnya, ketiga jenis permainan wajib zaman Rasulullah SAW ini, tidak dipelihara umat Islam sampai saat ini. Bahkan sekolah yang berlabel Islam, tidak menjadikan olahraga ini sebagai bagian dalam daftar pelajaran siswa. Jikapun ada, jumlahnya tidak seberapa.

Maka jangan heran, jika mental dan keberanian umat Islam terus mengerucut hingga saat ini. Musuh yang selalu mengintai umat Islam kala lengah, terus berupaya menjauhkan umat Islam dari tiga permainan dasar bermanfaat besar ini.

Permainan berikutnya adalah ayunan. Permainan ini telah direkomendasikan dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Nas'i. Berayun, juga sangat dibutuhkan dalam peperangan atau kegiatan fisik lainnya.

Berikutnya adalah bersyair atau berpuisi, selama tidak memuji manusia atau makhluk lainnya. Walau dibolehkan, sebenarnya lebih baik diisi dengan membaca Alquran atau berdzikir. Keterangan tentang hal ini, bisa dilihat dalam Alquran dan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tarmidzi.

Ada permainan yang dibolehkan dan dianjurkan, ada pula yang tidak dibolehkan. Kategorinya ada beberapa item yang tentunya bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Dalam hadist yang diriwiyatkan Abu Dawud, diterangkan bahwa tidak boleh bermain dengan tindakan menyembunyikan barang orang lain, apalagi sungguhan. Perbuatan tersebut termasuk kategori menyusahkan orang lain, karena menyusahkan sesama Muslim termasuk haram hukumnya.

Masih dalam riwayat yang sama, dilarang mengagetkan orang lain, walaupun alasannya bergurau. Ini juga termasuk dalam kategori menyakiti orang lain.

Berikutnya nyanyian, karena kebanyakan nyanyian dapat menimbulkan kemunafikan dalam hati. Sebagai gantinya, Abu Dawud menyarankan berdzikir. Bermain seruling juga tidak dibolehkan, bahkan yang mendengarnya disunnahkan menutup telinga.

Permainan berikutnya banyak dilakukan para pelawak. Dengan alasan tuntutan peran, mereka mau didandani seperti wanita atau sebaliknya. Padahal dalam riwayat Abu Dawud, diharamkan menyerupai lawan jenis.

Selanjutnya permainan dadu, halma, ludo, ular tangga, catur dan permainan sejenis lainnya. Larangan ini termaktub dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud, Tarmidzi dan Ahmad. Alasannya, permainan termasuk melalaikan dan sia-sia. Sedangkan ciri-ciri seorang Muslim adalah meninggalkan apa yang sia-sia.

Larangan berikutnya, ada pada tempat pemandian yang disitu bercampur antara lelaki dan perempuan. Hadist ini diriwiyatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah. Jika ditilik zaman sekarang, maka sebagai seorang Muslim, anda dilarang bermain di pemandian Water Boom Padang Panjang dan lainnya, karena disitu lelaki dan perempuan dicampurkan saja.

Bermain dengan ada kebohongan juga tidak dibolehkan. Menurut hadist riwayat Bukhari dan Muslim, suatu kecelakaan bagi seseorang yang sengaja berdusta agar orang-orang tertawa. Termasuk di dalamnya melawak, melucu di hadapan orang lain, jika ada unsur bohong.

Berikutnya, permainan selepetan atau katapel. Hal ini ada dalam hadist riwayat Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah. Permainan ini sering memakan korban salah sasaran. Cukup banyak yang akhirnya kehilangan mata atau sakit fisik lainnya, karena ulah permainan katapel.

Hadist riwayat Ahmad, Abu dawud dan Ibnu Majah, juga tidak membolehkan bermain burung merpati, jika untuk dilombakan. Terakhir permainan mengadu binatang, karena termasuk menyakiti binatang. Hadist tentang hal ini, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Khusus Sumatra Barat, sempat terbersit keinginan untuk menghidupkan tradisi adu kerbau ataupun adu ayam, untuk alasan pariwisata, Untunglah tidak banyak pihak yang mendukung hal ini, sehingga tidak jadi masuk kalender pariwisata.

Terakhir, tidak dibolehkan bermain di luar rumah pada waktu Maghrib bagi anak-anak. Alasannya dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, karena waktu itu syetan-syetan sedang berkeliaran.

Jika mengaku Muslim sejati, tentunya akan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan kehidupan sesungguhnya. Apa yang dibolehkan dan tidak dibolehkannya, seyogianya untuk dipatuhi dan dilaksanakan. Hendri Nova

0 komentar :