Home » , » Kecibeling : Hancurkan Batu Ginjal

Kecibeling : Hancurkan Batu Ginjal

Written By Hendri Nova on Kamis, 23 Juni 2011 | 07.13


TANAMAN PAGAR - Khasiatnya yang besar, membuat tumbuhan ini banyak ditanam. Ia mampu merontokkan batu ginjal, dan juga berperan sebagai antioksidan. Hendri Nova

Kecibeling (Strobilanthes crispus) sudah lumayan akrab dengan orang Minang. Ia bahkan didaulat menjadi tumbuhan pagar, karena daunnya rimbun dan hijaunya begitu pekat. Hitung-hitung untuk pagar natural.

Tanaman ini mulai banyak ditanam orang Minang, setelah khasiatnya dikenal mampu menghancurkan batu ginjal. Semua karena daun tanaman ini mengandung kalium sebesar 63,64 %, yang dapat berfungsi untuk menghancurkan batu pada ginjal ataupun kantong kemih.

Batu ginjal bisa disebabkan karena terlalu lama menahan buang air kecil, sehingga air seni menjadi pekat. Selain itu juga disebabkan oleh kurang banyak minum air putih, kekurangan vitamin A dan kelebihan vitamin D.

Faktor makanan juga berpengaruh. Kalau terlalu banyak makan emping melinjo, jeroan, dan bayam, maka resiko terbentuknya batu ginjal dan batu di saluran kemih akan meningkat.

Batu ginjal termasuk penyakit kronis, akibat terbentuknya batu yang menghambat saluran ginjal dan kantong kemih. Batu yang mengendap dalam ginjal dan saluran kemih sangat beragam jenisnya, di antaranya batu kalsium oksalat dan batu kalsium karbonat yang mengandung kapur, serta batu asam urat dan sistin yang tidak mengandung kapur.

Menurut Feri Manoi, Ahli Peneliti Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro), dalam pengobatan kecibeling dapat digunakan dalam bentuk bahan tanaman segar, simplisia, seruk maupun ekstrak kering dalam kapsul.

Selain mengandung 63,64% kalium dalam daunnya, kecibeling juga mengandung asam silikat dan kalsium serta beberapa senyawa lain seperti saponin, flavonoid, glikosida, sterol, golongan terpen dan lemak. Selain itu, daun kecibeling juga berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas, karena mengandung vitamin A, B1 dan B2 yang cukup tinggi dan juga mengandung katekin dan tanin.

Keji beling mengandung banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsur mineral lainnya. Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya juga sebagai obat disentri, diare (mencret) dan dapat juga sebagai penurun kolesterol.

Daun tanaman ini selain direbus untuk diminum airnya, juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Daun kejibeling juga kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan cara mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal.

Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal. Daun kejibeling juga dapat mengatasi kencing manis, dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari.

Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.

Tanaman keji beling (stachytarpheta mutabilis) adalah jenis tumbuhan dengan ciri-ciri memiliki batang yang basah, sepintas lalu meyerupai rumput berbadan tegak. Di pulau jawa tanaman ini banyak sekali terdapat dipedesaan dan tumbuh diantara semak. Dengan warna kulit ungu berbintik hijau, apabila sudah tua berubah menjadi coklat.

Panjang helaian daun (tanpai tangkai) berkisar antara 5 – 8 cm (ukuran normal) dan lebih lebar daun kira-kira 2 – 5 cm. tumbuhan ini mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindungi dan di tempat terbuka.

Tak ada salahnya anda menanam pohon ini di halaman rumah, walau agak serumpun. Minimal anda meminumnya satu kali dalam seminggu, untuk sekedar jaga-jaga. berbagai sumber. Hendri Nova

0 komentar :